Penemu World Wide Situs, Sir Tim Berners-Lee, beberapa waktu terakhir mengungkap bahwa akses internet yaitu hak asasi manusia. Seperti yang kita kenali, mulai sejak dahulu sampai saat ini masih tetap kerap berlangsung tentang permasalahan privacy serta sensor di internet. Permasalahan inilah yang bakal diperjuangkan oleh Sir Tim Berners-Lee lewat yayasan yang didirikannya.
Tim Berners-Lee yaitu penemu standard World Wide Situs pada th. 1989 lantas serta membangun World Wide Situs Foundation yang memperjuangkan akses situs yang lebih terjangkau serta tidak terbatas. Tim Berners-Lee yakin bahwa akses internet yaitu hak asasi manusia. Hal semacam ini tercermin dalam visi World Wide Situs Foundation, yaitu “hardwire hak atas privacy, kebebasan berekspresi, akses terjangkau serta netralitas bersih ke ketentuan permainan. ”
Berdasar pada laporan teranyar yang launching oleh yayasan yang didirikan Tim Berners-Lee, tunjukkan bahwa sekarang ini dunia masih tetap jauh dari maksud yayasan itu. Banyak isu-isu tentang netralitas, sensor, privacy, serta bahkan juga kekerasan berbasis gender yang berlangsung di 86 negara.
Situs Index juga mengungkap bahwa pada th. 2013 lantas, 63 % dari negara yang dilihat oleh yayasan itu di ketahui mempunyai undang-undang yang lemah serta tak ada pengawasan pada mass media. Berkenaan gosip sensor, ada 38 % negara yang dilihat menyensor content politik serta kepekaan sosial yang berlangsung di negaranya.
Apa yang disibakkan oleh Tim Berners-Lee ini searah dengan CEO Facebook, yaitu Mark Zuckerberg yang mengungkap bahwa internet yaitu hak asasi manusia pada Agustus 2013 lantas. Mark lalu meluncurkan program internet. org yang mempunyai tujuan supaya internet ada di semua dunia serta hal semacam ini di dukung oleh Facebook, Samsung, Qualcomm, Opera Software, Nokia, Mediatek, serta Ericsson.
Seperti yang ditulis dari Toms Hardware (11/12/2014), usaha yang dikerjakan oleh Tim Berners-Lee serta Mark Zuckerberg ini membutuhkan saat yang tidak sedikit untuk meraih maksudnya.